Sebuah pengenalan tentang waktu, muncul secara perlahan ketika saya sedang berpikir tentang semua ciptaan-ciptaan Tuhan. Dalam ruang perenungan, saya melihat setiap mahluk yang Dia ciptakan tidak tetap diam pada sebuah keadaan. Ia selalu bergerak dalam proses perubahan. Tidak ada satu bendapun yang setelah diciptakan lalu diam dalam suatu kondisi statis. Selalu ada dua kemungkinan, benda itu sedang bergerak maju ke arah pertumbuhan, atau sedang bergerak mundur dalam proses degradasi. Benda itu sedang berjalan menuju kehidupan, atau semakin condong ke lubang kematian. Tak terkecuali benda-benda yang kita anggap hanyalah benda mati semata, seperti batu-batu atau gunung, misalnya. Meski kita lihat diam, sesungguhnya mereka setiap sa’at sedang bergerak terbawa rotasi bumi. Kata Fisika, semua yang bergerak selalu melepas energi. Pelepasan energi itu membuatnya berada dalam proses degradasi.
Selamat jalan, Gus Dur
31/12/2009 · Tinggalkan sebuah Komentar
Kewafatan Gus Dur telah menggoreskan rasa duka. Semasa hidupnya, Gus Dur telah menampilkan peran tertentu dan memberi jasa yang sangat berharga kepada bangsa. Gus Dur telah meninggalkan keteladanan dalam membangun manusia Indonesia yang mandiri, menata bangsa dan negara, serta menawarkan alternatif-alternatif solusi atas masalah-masalah yang dihadapi bangsa ini.
→ Tinggalkan KomentarKategori: Artikel
Empat Juta Rupiah
29/12/2009 · Tinggalkan sebuah Komentar
Apa yang akan kau lakukan dengan uang empat juta rupiah? Mungkin saja yang segera terlintas adalah mengganti handphone. Itupun, kalau seleramu sekelas BlackBerry, mungkin kau masih harus menambah beberapa juta lagi. Akan tetapi, tahukah kau, bagi sepasang suami-isteri Dadan dan Yanti, angka empat juta rupiah itu adalah himpitan beban hidup yang sangat mencekik hingga keduanya putus akal.
→ Tinggalkan KomentarKategori: Artikel




