Sajak-sajak Ithan Tabido

Bohemian Rhapsody 02

ibu, dia kekasihku yg dulu kuceritakan padamu di ingatanku yang hilang
diseret ombak hitam pantai karang terjal telanjang
tawanya menjadi tawa yang terbuang
harusnya kusimpan bukan hanya sebagai sejumput linang air mata kenang

kemarin dia kulihat di tangga lansekap binar-binar istana urban
rambutnya merah muda tak lagi kepang kuda
dia menari laksana pesinden impian kumbang-kumbang konyol pinggiran
dia tak melihatku walau telah kutawarkan segenggam gula-gula

ibu, akan kukemanakankah butir sinar bulan yang dulu kau pinjamkan
sewaktu kukatakan padamu bahwa aku harus jadi peterpan
terbang ke atap awan lepaskan jubah kelabu setan kemapanan
mencarinya di rumah dewi permaisuri zamrud kayangan

esok saat bulan melelehi punggung malam
ceritakanlah padanya bahwa aku telah kembali dari singgasana kayangan
membawakannya taman bunga yang dipenuhi daun-daun impian
dan lensa putih salju intan bertaburan

aku berjanji menuliskan sajak di punggungnya yang gemintang
dengan jarum tattoo yang tanpa setahumu kusimpan
di lemari kamarmu yang kusam

sajak tentang sepasang elang
yang berpisah diperkosa zaman edan

@simpang 5, semarang
-27.12.09
-12:50 am

Neraka Jahanam

tebarkanlah untukku saja
pucuk sari bunga merekah merah
yang kau bawa dari surga
biar kutuliskan pada ombak jelita
bahwa aku telah melanglang buana
ke akhirat yang kosong tak beraga

raga yang tak terlihat
karena terbuat dari udara
udara laknat yang dibuang samudera
yang bergelegak di dua gelas mata
yang tak bisa melihat

surga
dan neraka

simpang 5, semarang
-26.12.09

%d bloggers like this: