Puisi-Puisi Rini Intama

Senyum langit menggodaku

ikat aku dengan ekor matamu
ditengah malam hiruk pikuk hingga menjelang pagi
ditengah gulita genggam ujung jemarimu
ketika senyum langit terus menggoda
lantas bulan bertanya, inikah yang kau nanti ?
teriakan histeris !
abaikan benderang bintang
meluruh gemuruh
mengendap geliat
menjunjung haru

senyum langit tak bergeming

.

Debar

Bawa jiwa malam ini melambung
disetiap debar yang terjunjung

bawa seikat bunga bakung ungu
dalam tangan yang melingkar rindu

debar langit ditengah terik dan segelas air jeruk
debar harap di ruang waktu yang tak sempurna
debar batas yang memburu temu tak tuntas
debar kenang mengingat tari ilalang meliuk indah

Ketika kaki-kaki kita terluka,  perih dan berdarah

ketika tangan-tangan kita lelah  menggapai kedamaian,
mengumpulkan keping-keping kehancuran negeri,

demi keterpurukan bumi pertiwi
demi kebiadaban pelaku pelaku
demi keadilan yang tak terwujud
demi keserakahan manusia yang tak manusiawi,
berteriaklah!

Bicara dengan nurani adalah penyelesaian.
Senyum penuh cinta adalah jalan menyembuhkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: