Sajak-Sajak Saya

Nongsa 1993

Rebahlah bersamaku di sini, Karenina. Temani aku memandangi mega berarak di langit Nongsa.  Berbantal lengan  di pasir lembut pantai ini. Biarlah nelayan tua itu melaut hingga jauh. Menerobos batas pandang menelisik selimut misteri. Kita tak akan pernah tahu berapa banyak ikan esok dibawanya pulang.

Tangisan Anak Negeri

Luka siapakah amis darah tercecer di sepanjang jalan berkabut? Seorang prajurit tua tanpa pasukan melangkah maju sendirian sambil meniup seruling. Tak ada yang tahu lagu apa yang didendangkan. Suaranya mendesah menyingkap timbunan sunyi tersembunyi mencari raga tanpa rupa. Hari ini bukan lagi miliknya.

Dua Sajak Saya

cerita tentang sebuah kota // ada anak pipit dengan sayap gemetar // terbang bersama burung elang // menukik tajam // lalu menggelepar…
semalam // tadi malam seseorang datang // seperti mimpi // menjampiku dengan doa-doa panjang // sambil menggenggam jemari…

%d bloggers like this: