Umar bin Khatab

18 Apr

Umar bin Khatab adalah Khalifah Islam kedua, menggantikan Abu Bakar. Diriwayatkan, ketika Abu Bakar terbaring menjelang kewafatannya, ia mengucapkan beberapa nasihat kepada Umar.

“Wahai Umar, hendaklah Tuan selalu bertakwa kepada Allah, dan tetap bekerja untuk kepentingan Islam dan kaum Muslim.

Wahai Umar, beberapa kewajiban kepada Allah yang harus dikerjakan siang hari, Dia tidak akan menerimanya pada malam hari. Dan beberapa kewajiban Allah yang harus dikerjakan malam hari, Dia tidak akan menerimanya pada siang hari. Wahai Umar, kalau Tuan membaca dalam Al-Quran tentang penghuni neraka, berdoalah agar Dia tidak memasukkan Tuan bersama mereka. Dan kalau Tuan membaca tentang penghuni surga, berdoalah agar Dia memasukkan Tuan bersama mereka.”

Tampaknya, Umar bin Khatab tak pernah melupakan nasihat ini. Keseluruhan masa kekhalifahannya ditebari peristiwa-peristiwa pengabdian yang luar biasa, memenuhi setiap kewajibannya untuk kesejahteraan rakyatnya. Ia tidak pernah menganggap suatu pekerjaan sekecil apapun hina baginya, atau tak layak untuk martabat sederajatnya. Urusan negara serendah-rendahnya sekalipun ia lakukan sendiri. Ketika unta milik negara sakit, ia dengan kedua tangannya sendiri memberi pengobatan. Ketika kelaparan melanda negeri, ia memikul karung gandum di punggungnya sendiri, mengunjungi rumah-rumah penduduk yang tertimpa kelaparan. Suatu malam, ia pulang-pergi sejauh 3 mil sambil memanggul karung, untuk menyantuni seorang perempuan miskin di luar Madinah. Ketika seseorang menawarkan diri untuk memikul karung itu, Khalifah Umar hanya menjawab, “Di dunia ini kamu bisa membawakan ini bagiku, tetapi siapakah yang akan memikulkan bebanku pada Hari Pengadilan?”
Kekhalifahan Umar bin Khatab adalah sebuah masa keemasan dalam sejarah Islam. Kaum Muslim merasakan banyak keberkatan di bawah seorang pemimpin yang begitu takwa dan rendah hati. Dalam masa kekhalifahannya, dua kekaisaran perkasa, Romawi dan Persia, dihancurkan. Kekuasaan Islam merambah jauh hingga ke Mesir, Siria, dan Palestina.
Khalifah Umar bin Khatab banyak membuat terobosan-terobosan untuk mencapai kesejahteraan kaum Muslim. Umpamanya, atas dorongannya pendidikan untuk anak-anak lelaki dan perempuan diwajibkan. Orang-orang yang lemah dan cacat memperoleh tunjangan dari kas negara. Sistim tunjangan hari tua, yang sekarang dipakai di Barat dan di negara-negara lain di dunia, pertama kali dikenalkan olehnya. Anak-anak terlantar yang tak mempunyai wali, dipelihara atas biaya negara.
Umar bin Khatab selalu mendorong tentaranya agar mematuhi ajaran-ajaran Islam serta memegang toleransi, berlaku adil dan berbuat baik terhadap semua rakyat yang berada dalam pemerintahan Islam, tanpa membeda-bedakan ras dan keyakinan. Hal ini terungkap dalam sebuah dokumen yang ditandatangani di Jabia, setelah penaklukan Palestina. Isi dokumen itu antara-lain berbunyi, “Jaminan ini diberikan kepada rakyat Palestina oleh hamba Allah, Umar, Amirul Mukminin. Kehidupan, harta, gereja dan salib mereka akan dilindungi. Yang sakit, yang sehat, dan para pengikut semua agama termasuk dalam jaminan ini. Dijanjikan bahwa rumah-rumah ibadah mereka tidak akan dirampas atau diruntuhkan. Tidak akan mencampuri urusan agama mereka dan tidak seorangpun akan disakiti. Allah, Nabi-Nya, Khalifah-Nya dan segenap kaum mukminin mendukung jaminan ini dengan syarat bahwa, bangsa-bangsa ini membayar pajak. Khalid bin Walid, Amru bin al-As, Abdur-Rahman bin Auf dan Muawiyah bin Abu Sufyan menjadi saksi-saksi atas maklumat ini.”
Sikap kaum Muslim yang baik dan manusiawi itu sangat dihargai sedemikian rupa, sehingga ketika kaum Muslim terpaksa menarik diri untuk sementara dari kota Hims, orang-orang Kristen dan Yahudi di kota itu benar-benar menangis dan berdo’a kepada Tuhan agar mengembalikan lagi kaum Muslim. Perlakuan toleran kaum Muslim ini membuat seorang Uskup Kristen menulis, “Orang-orang Arab ini, dalam masa kita, telah dikaruniai kekuasaan untuk menjadi tuan-tuan kita. Tetapi mereka tidak menyerang agama Kristen. Bahkan sebaliknya, mereka melindungi kepercayaan kita, dan memberi hadiah-hadiah kepada gereja-gereja dan biara-biara kita.”
Dalam masa kekhalifahannya, Umar bin Khatab telah membuat masyarakat semakin makmur. Umar memperlihatkan kegeniusan dalam mengatur administrasi sipil. Setiap negeri dibagi menjadi propinsi-propinsi, pendataan tanah dan sensus diadakan, kantor-kantor didirikan,angkatan kepolisian disusun, saluran-saluran digali, kas negara dimulai. Kalender Hijriyah – yang sangat membantu pencatatan sejarah – dikenalkan.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: