Nostalgia Lama

24 Aug

Puisi bukan hanya milik penyair. Begitu pula musik bukan hanya milik pemusik atau penyanyi saja. Setiap orang suatu saat bisa menjadi penyair. Setiap orang suatu saat bisa jadi pemusik atau penyanyi. Bila suasana hatinya sedang berduka atau gundah gulana, ia akan mencari pelepasan untuk mengekspresikan isi hatinya. Percayalah, saya pernah mengalaminya.

Ibu meninggal dunia ketika saya berusia dua belas atau tiga belas tahun. Semenjak itu, saya telah kehilangan kasih sayang seorang ibu. Di usia remaja, seusai tamat pendidikan, saya lebih suka bertualang dari sebuah kota ke kota lain. Dari satu pulau ke pulau yang lain. Saya lebih suka berpindah-pindah kerja. Kadang di pedalaman, kadang di tengah lautan, kadang di kota-kota besar. Semua itu saya jalani bukan untuk mencari karir atau penghidupan yang lebih baik. Semua saya jalani hanya untuk melihat dan mengamati berbagai sisi kehidupan dan berupaya menemukan arti hakiki dari semua yang saya temui.

Saya bukan seorang penyair. Bukan pula pemusik atau penyanyi. Tetapi ketika rasa rindu pada ibu sedang menggebu, saya menulis puisi tentangnya dan mengirimkannya ke majalah atau koran. Simak salahsatu cuplikan puisi yang saya tulis dalam bahasa Sunda, lebih dua puluh tahun lalu:

Hareupeun Paesan Indung

Cipanon nu nyalangkrung
mun kongang, rek dipake ngumbah dampal suku indung
pikeun tanda sungkem jeung kasono nu ngagugunung.

Tapi naon hartina cimata?

***

Di waktu lain, saya menulis lagu “di depan pusaramu, ibu” dan menyanyikannya sendiri di dapur rekaman.

Ketika Nicky Astria belum menyanyikan lagu “Matahari dan Rembulan”, dan Agnes Monica belum menyanyikan “Matahariku”, saya menulis lagu “Matahari Bulan dan Bintang”, kemudian saya rilis dalam sebuah album dengan judul yang sama di tahun 1981. Di pasar musik, album itu hilang begitu saja tersapu dalam kegagalan total, seakan tak pernah hadir. Tetapi saya tak perduli, saya hanya ingin berekspresi.

Kini, untuk bernostalgia, saya pajangkan beberapa buah lagu saya yang lama itu di sini. Siapa tahu ada yang tertarik untuk menyanyikannya lagi dan merekam ulang dengan aransemen yang lebih maju dan vokal yang lebih merdu. Tak ada salahnya bermimpi, bukan? Mau dengar lagunya seperti apa ? Klik saja Link-nya di sini.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: