Kontak Interaktip
Ruang ini sengaja saya sediakan untuk tempat saling berbagi. Bukan untuk saya sendiri, melainkan untukmu juga. Untuk kita semua.
Apapun yang ada dalam hatimu dan kau anggap sebagai sebuah kebaikan moral untuk membaginya pada yang lain, maka bagikanlah. Tak akan ada yang berkurang dari genggamanmu ketika kau berikan itu pada yang lain. Apapun itu. Baik ilmu, atau bahkan uang sekalipun.
Ah, kalau saja kau tahu.

InsyaAllah saya tau bahwa setiap yang kita sisihkan sebagian dari milik kita,akan berakhir pada kita kembali,walau mungkin sudah dalam perbedaan dimensi.
Kang Dadang, setiap kali saya mau komentar tulisan kang Dadang kok ngga bisa ya? Link ‘leave a comment’-nya ada tapi kotak komentarnya ngga ada… Apa cuman saya aja yang mengalami ini? Atau memang dibuat demikian sama kang Dadang?
“allow comment”-nya memang saya tutup. Tapi tulisan “leave comment”-nya kok ada saja ya? gimana sih cara ngilanginnya? by the way, makasih udah mampir ke mari.
kedah naon anu dikedalkeun
lian ti sono
urang balakecrakan goreng gehu jeung bala bala haneut
emh ieung, teu acan kacapek oge mani tos kagambarkeun raosna. hayu atuh.
hatur nuhun kang Dadang atas dimuatnya puisiku… tersanjung nih… ehm..! ayo Gimana kalau gantian ? diantos ah…
insya-allah….
Rasanya kok aneh kalo sy mengucapkan ‘turut berduka atas semakin berkurangnya umur anda’
Tetapi… apapun istilahnya, yang penting adalah : Semoga dengan semakin bertambahnya usia anda, semakin baik pula amal ibadah anda.
So… selamat ulang tahun Kang dadang…
terimakasih banyak. do’a yang sama juga saya panjatkan untuk mas Oce.
Lho, kang Dadang ultah to?? Waaah…
Makan-makannya mana Kang?? *ngelap iler*
inggih..
Apakah Kita Sang Alien Itu?
Bagi Anda yang menyenangi hal-hal menyangkut alien, UFO, atau extra terestrial, mungkin jarang berpikir ke arah ini. Tapi saya sempat terkejut sendiri saat pikiran ini melintas di suatu hari.
Ada satu film tentang astronot yang pergi ke luar angkasa yang pernah saya tonton. Si astronot dalam film itu berkata, “Saat saya menuju ke kegelapan angkasa dan menembus bintang-bintang, saya tidak merasa sedang meninggalkan bumi. Tapi saya merasa sedang dalam perjalanan pulang.”
Wah, hal ini langsung menyentak kesadaran saya bahwa mungkin sebenarnya itulah intinya hidup kita. Ingat Sang Nabi Suci (s.a.w.) pernah bersabda, “Hidup ini seperti musafir. Kita hanya berteduh sementara.” Oh, ini sungguh merupakan jawaban. Kita hidup sekarang di bumi ini bukan sebagai tuan rumah. Tapi sebagai tamu! Kita bagaikan seorang ‘alien’ / ‘mahluk luar angkasa’ yang dikirim dari ’semesta lain’ untuk suatu misi ke planet bumi ini. Suatu saat nanti, entah misi kita berhasil atau tidak, kita akan di re-call untuk kembali ke semesta di mana kita berasal.
Ya, bisa jadi kitalah Sang Alien itu…
From Me to You: ya,ya,ya…. kita ini alien yang datang ke planet bumi untuk mengingatkan penghuninya agar tak lupa pada Sang Pencipta Agung yang telah berbaik hati mengirimkan Duta-Nya itu.