Rebahlah bersamaku di sini, Karenina. Temani aku memandangi mega berarak di langit Nongsa. Berbantal lengan di pasir lembut pantai ini. Biarlah nelayan tua itu melaut hingga jauh. Menerobos batas pandang menelisik selimut misteri. Kita tak akan pernah tahu berapa banyak ikan esok dibawanya pulang.
Jangan menggelinjang, Karenina. Jangan risaukan air laut mulai pasang. Biar kurajah punggungmu yang putih sore ini. Melukis bunga mawar merah di tubuhmu yang indah. Dengan jarum tattoo dan tinta cina yang selalu kubawa sejak lama. Kita tak akan pernah tahu berapa banyak luka esok kita derita.
***

