cerita tentang sebuah kota
ada anak pipit dengan sayap gemetar
terbang bersama burung elang
menukik tajam
lalu menggelepar
seorang gadis kecil memungutnya
selepas menyanyi sumbang
menghibur mercy hitam
di perempatan jalan
rambutnya kusut masai
kurus legam dibakar bengis matahari
iba mengambang di pucat wajahnya
duka mengembun di bola matanya
seorang pemabuk tua datang sempoyongan
di tangannya masih tergenggam botol sisa minuman
bau arak menebar ketika tawanya melebar
ia berkata, “kau dan dia tak ada bedanya”
lalu truk kontainer tiba-tiba menyambarnya
hingga ia terkapar
tapi kota tak rela diam
cukup dihampar selembar koran
orang-orang berlalu-lalang
***
semalam
tadi malam seseorang datang
seperti mimpi
menjampiku dengan doa-doa panjang
sambil menggenggam jemari
wajahnya putih seperti salju di musim dingin
tubuhnya wangi seharum kembang melati
yang sempat kucium kemarin pagi
mungkin aku telah lama bersamanya
melangkahi hari-hari
luruh seperti daun-daun di musim gugur
aku mencium maut
sambil melumat penggalan kenang
masa lalu yang kelam
susah sekali merangkul nafas
kamar dipadati senyap
perlahan hilang ditelan gelap
kini tak lagi kumiliki apa-apa
selain desah lirih yang tersisa
“Gusti, ampuni hamba.”
***

nice poems…. dree like those… lam nal
From Me to You: Thank You. Lam nal balik..